, ,

Kebijakan Dana Rp275 Triliun Minim Dampak

by -92 Views
indosat

Kebijakan Dana Rp275 Triliun Minim Dampak
Berita Universitas di Indonesia- Kebijakan penempatan dana pemerintah senilai Rp275 triliun oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan uang primer dan penyaluran kredit perbankan masih menunjukkan perlambatan hingga November 2025. Kondisi ini membuat proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2025 berpotensi tidak mencapai target.

Kebijakan Dana Rp275 Triliun Minim Dampak
Kebijakan Dana Rp275 Triliun Minim Dampak

Baca Juga : Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

Bank Indonesia melaporkan bahwa uang primer (M0) adjusted pada November 2025 hanya tumbuh 13,3% secara tahunan, melambat dari 14,4% pada bulan sebelumnya. Total uang primer tercatat sebesar Rp2.136,2 triliun. Secara tren tahunan, uang primer adjusted bergerak relatif datar dari Desember 2024 yang berada di Rp2.027,33 triliun, hanya naik 5,37% hingga November 2025. Uang primer mencakup uang kartal di masyarakat, giro bank umum di BI, hingga surat berharga BI seperti SRBI, SUVBI, dan SVBI.

Dari sisi pembiayaan, pertumbuhan kredit perbankan pada Oktober 2025 tercatat 7,36% YoY, sedikit melambat dari 7,7% pada bulan sebelumnya. Undisbursed loan pun masih tinggi, mencapai Rp2.450,7 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo menilai penyaluran kredit masih tertahan karena pelaku usaha menunda ekspansi di tengah ketidakpastian.

Menteri Purbaya: Idola Finansial Baru atau Sosok Kontroversial? Alasan mengapa beliau menjadi trend!
Kebijakan Dana Rp275 Triliun Minim Dampak

 

Meski berbagai indikator masih melambat, Purbaya tetap optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh 5,2% pada 2025. Ia mengandalkan program BLTS sebagai pendorong konsumsi pada kuartal terakhir tahun ini. Dari sisi politik, Purbaya menyebut Indeks Keyakinan Konsumen meningkat menjadi 118 pada November setelah sempat melemah di pertengahan tahun. Menurutnya, injeksi likuiditas Rp200 triliun ditambah Rp70 triliun mampu memulihkan sentimen dan memperkuat stabilitas sosial.

Purbaya menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi 2026 berpeluang menyentuh 6% apabila momentum positif dapat dijaga.

klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *